Sabtu, 22 November 2014

Kenali Jenis Surat Tilang Polisi

Setiap kali kita beraktivitas kita sering menemukan polisi yang sedang melakukan tugasnya dijalanraya, sering pula kita melihat polisi melakukan razia kepada pengguna kendaran bermotor maupun yang menggunakan mobil semua itu untuk kenyamanan dan keamanan berlalu lintas.

Ketika terkena tilang kita bisa menggunakan beberapa alternatif warna surat tilang. Namun semua tetap harus sesuai dengan pelanggaran dan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan.
Berikut jenis-jenis surat tilang polisi:
1. Warna Merah

Surat tilang warna merah diberikan kepada pengguna motor yang melanggar tetapi tidak terima atas tuduhan ataupun kesalahannya, kemudian pelanggar diberikan kesempatan untuk membela diri atau minta keringanan kepada hakim.
Pada umumnya tanggal sidang, maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung hari sidang tilang di Pengadilan Negeri ( PN) bersangkutan.

2. Warna Biru

Warna Biru juga diberikan kepada pelanggar lalu lintas yang kena tilang. Cuma bedanya, pelanggar mengakui dan menerima kesalahan yang dituduhkan. Hal ini berarti pelanggar tidak perlu pembelaan kepada hakim. Cukup meminta surat tilang ini, dan pelanggar bisa langsung membayar uang denda melalui transfer pada bank yang dituju.

3. Warna Kuning

Surat tilang warna kuning digunakan untuk arsip kepolisian sendiri

4. Warna Hijau

Warna hijau adalah untuk arsip pengadilan dan sebagai tindak lanjut hingga perkara selesai

5. Warna Putih
Warna Putih untuk arsip kejaksaan dan jika dikemudian hari ada permasalahan arsip tersebut bisa sebagai bukti dan catatan.


Lebih baiknya kita menghindari pelanggaran berlalulintas dan berkendaralah dengan bijak serta taati peraturan berlalulintas. Dan jangan berpikir untuk jalan damai dan jika ditilang selesaikanlah sesuai aturan yang ada.

Jadilah pelopor keselamatan berkendaraan karena kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi. Ingat keluarga dirumah dan ingatlah bahwa keselamatan anda lebih jauh lebih penting.

Terimakasih telah berkunjung dan kalau ada salah silahkan berkomentar.








14 komentar:

  1. izin share om ..

    BalasHapus
  2. Prakteknya engga segampang itu .... kalaupun kita memilih warna biru pertama kesulitan bank mana utk membayar krn tidak ada sosialisasi, kedua engga ada jaminan setelah bayar dapat dengan mudah mengambil SIM yang ditahan oelh Polisi....

    BalasHapus
  3. Mksh infonya gan... sngat bermanfaat ga.!!!!!

    BalasHapus
  4. tapi SIM ditahan gimana, emangnya sudah bayar di bank cari polisinya lalu ngermis ngemis minta kebalikan SIM, hal inilah bikin orang bayar ditempat, kalau Singapore tdk tahan SIM tapi kalau tidak bayar denda polisi datang bukan tagih tapi bawa kepenjara. Ada pengalaman hati hati polantas di Bandung sangat suka menyetop mobil Plat B (Jkt) kami pernah masalah sabuk pengaman kalau sidang di Bandung emangnya besok tdk kerja di Jkt. Katanya boleh titip sidang dendanya Rp.200.000 kami jengkel minta surat tilang lalu minta keluarga hadir sidang ternyata hanya Rp.50.000,- satu pengalaman lagi bawa mobil BG(Palembang) dari Bandung ke Jakarta lewat Subang belum sampai Lembang disetop 3 Polantas periksa macam macam seolah olah razia terakhir STNK ditahan komandannya dgn alasan belum bayar pajak thn tsb. padahal pajak bukan wewenangnya, apalagi pajak Palembang. saya ribut dgn nya akhirnya dia suruh kedua rekannya menangani saya bermakmud damai mau minta duit, saya sangat marah akhirnya dilepas. sebenarnya saat itu sudah gelap mata komandannya mau ditabrak saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. polisi subang yah?? udh trkenal mas..

      Hapus
    2. jika memang mengakui kesalahan... SIM/STNK tetap ditahan sebagai bukti.
      lalu kita ke bank bayar denda... nah dari bank kita dapat bukti bayar, kita bawa ke kantor polisi. Nah, bukti bayar itu kita tukar dengan SIM/STNK yg ditahan.

      Demikian, ribet kan? ini pengalamanku. Waktu itu gara2 lampu depan putus, tapi ternyata sang Polisi tak mau tau.

      Hapus
    3. setuju ama agan soal masalah pajak itu bukan wewenang mereka itu mereka lg kepengen duit aja jd pajak dibawa2 ane jg pernah ngalamin soalnya wktu pulang dri bandung-bogor pas di puncak :o

      Hapus
  5. benar bos sy kena tilang minta surat warna biru eh udah bayar balik lagi ke pos polisi polisi yg nilang sy katanya lagi keluar dlu...
    kampreeet tuh

    BalasHapus
  6. gw dapet yang biru tapi kok disuruh kepengadilan yah
    bangkeeeeeee

    BalasHapus
  7. Tidak di sampaikan siapa yg berhak menilang, krn sesuai aturan pelanggaran lalulintas, termasuk dalam tindak pidana ringan (tipiring)..yg dpat menyatakan seaeorang bersalah atau tidak adalah penyidik...dlm aturan kepolosian seorng penyidik berpangkat minimal IPDA...maslahnya skrg yg menilang polisi bukan penyidik pangkat sersan atau sejenisnya...apakah itu dibenarkan..

    BalasHapus
  8. Are you looking for free Google+ Circles?
    Did you know you can get these AUTOMATICALLY & TOTALLY FOR FREE by registering on Like 4 Like?

    BalasHapus