Minggu, 23 November 2014

Dapatkan Uang Banyak Dari Usaha Pembenihan Ikan Lele

Salah satu ikan yang sangat digemari oleh orang Indonesia adalah ikan lele, tingginya tingkat konsumsi dapat terlihat dari banyaknya restaurant yang menyajikan ikan lele sebagai menu andalannya, selain itu  Ikan lele pula menjadi menu andalan bagi penjaja makanan kaki lima dan hampir disetiap kota di Indonesia ikan lele merupakan makanan yang selalu digemari masyarakat Indonesia


Berdasarkan hasil penelitian, lele memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, dalam 500 gram ikan lele dumbo mengandung 12 protein, energi 149 kalori, lemak 8,4 gram dan kabohidrat 6,4 gram. Untuk itulah ahli gizi menganjurkan anak-anak untuk mengkonsumsi ikan lele.

Dengan tingginya permintaan pasar akan ikan lele tersebut maka banyak petani ikan membudidayakan ikan lele tersebut, tetapi karena kekurangan pengetahuan dalam membudidayakan atau pembesaran ikan lele dumbu tersebut petani hanya mendapatkan sangat sedikit untung, karena itulah tarap kehidupan petani ikan di Indonesia masih dibawah standar karena yang diuntungkan dari itu semua adalah pelaku pasar seperti agen-agen penampung ikan tersebut.

Sebenarnya jika petani ikan di Indonesia ini lebih diperhatikan oleh pemerintah khususnya Kementrian Kelautan Perikanan (KKP), KKP bisa memberikan pengetahuan tambahan seperti cara pembesaran ikan yang baik dan yang belum banyak diketahui oleh para petani ikan adalah cara pembenihan ikan itu sendiri. 

Keuntungan dari pembenihan ikan ikan sangatlah banyak seperti waktunya singkat, biaya produksinya sedikit dan untungnya banyak, jika itu dilakukan bisa jadi tarap hidup petani tersebut akan naik, semoga ibu menteri kita mengetahui itu semua.

Kekurangan dari pembesaran ikan lele dumbo selama ini adalah biaya pemeliharaan yang tinggi, serta untung yang didapat tidak sebanding dengan waktu pemeliharaan yang lama. Kecuali para petani tersebut memiliki puluhan kolam pemeliharaan, tetapi selama ini petani kita hanya memiliki satu atau dua kolam ikan itu tidak akan sebanding dengan apa yang akan didapatkan para petani tersebut apalagi pakan untuk ikan tersebut adalah pakan dari pabrik yang harganya sangat mahal kecuali petani telah diajarkan untuk membuat pakan sendiri guna menekan harga produksi.

Bukan berarti pembesaran ikan tidak ada gunanya atau pekerjaan sia-sia tetapi jika pemerintah lebih aktif lagi untuk melakukan sosialisasi untuk para petani mungkin semua bisa berubah kearah yang lebih baik, saya kira pemerintah punya jawaban untuk masalah ini.

Tetapi dibandingkan dengan usaha pembesaran, usaha pembenihan lebih menguntungkan dalam segala aspek dengan syarat ditekuni dengan serius dan tidak mudah patah semangat karena menurut pengalaman pribadi, melakukan pembenihan untuk pemula lumayan sulit dan banyak tantangan tetapi pengalaman tersebut akan menjadi guru abadi dalam hidup kita.

Untuk yang ingin melakukan kegiatan pembenihan saya mencoba memberikan sedikit gambaran tentang dunia pembenihan, berikut yang dapat anda lakukan.

Untuk melakukan usaha pembenihan ikan lele diperlukan indukan yang berkualitas dan cocok untuk dipijahkan. Dari satu ekor betina ukuran sebesar pergelangan tangan orang dewasa, bisa menghasilkan benih lele berkisar 20 ribu-30 ribu ekor. Untuk telur ikan lele yang ada dalam kolam terpal diperlukan paling lambat 12 jam telur ikan lele akan menetas seluruhnya. Setelah dua hari menetas, benih ikan lele dapat diberi pakan cacing sutera, yang banyak diperjualbelikan dengan harga Rp15 ribu per liter. Pemberian cacing sutera dilakukan hingga benih berumur 14 hari.Setelah itu pakannya diganti dengan produksi pabrikan, dan pada usia 20 hari biasanya benih mencapai ukuran dua-empat centimeter dan sudah bisa dijual.

Dengan proses pembenihan yang cukup cepat akan didapat keuntungan yang cepat pula. Dalam penjualan benih ikan lele biasanya tergantung permintaan pembeli biasanya di jual perliter atau perekor benih ikan. Untuk benih literan harganya Rp 50 ribu per liter, sedangkan hitungan Rp 50 per ekor.

Berdasarkan keterangan dari salah satu pembudidaya ikan lele didaerah Banten, benih  pada umur 20 hari diperkirakan bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp700 ribu-Rp900 ribu, sedangkan modal yang dikeluarkan untuk membeli pakan sekitar Rp200 ribu-Rp300 ribu, sehingga keuntungan yang dapat diperoleh sebesar Rp500 ribu-Rp700 ribu.

Dengan keuntungan yang cukup besar, tentunya usaha pembenihan ikan lele menjadi salah satu alternatif usaha yang menantang untuk dijalankan. Tantangan tersebut dapat menjadikan peluang yang sangat baik untuk masyarakat yang mempunyai rencana untuk membuka usaha baru. Gambaran keuntungan usaha pembenihan ikan lele tersebut diharapakan dapat meningkatkan ide usaha yang akan berdampak terhadap  kesejahteraan masyarakat Indonesia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar